KEPEMIMPINAN BKPN DALAM PERSPEKTIF MASA MENDATANG

TESIS
KEPEMIMPINAN GEREJA BKPN DEKADE 1994 -2004
DALAM PERSPEKTIF MASA MENDATANG

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Gereja dalam dunia adalah tubuh Kristus yang nyata. Melayani dengan satu tujuan yaitu melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus untuk menjadikan sekalian bangsa murid-Nya.
Gereja BKPN (Banua Keriso Protestan Nias) adalah salah satu gereja yang dipercayakan Tuhan berdiri di Telukdalam Kabupaten Nias Selatan sebagai satu Sinode. Gereja ini dideklarasikan oleh para hamba Tuhan dan para tokoh Gereja yang ada di Kecamatan Telukdalam pada tanggal 17 Mei 1994 di Desa Bawomataluo.
BKPN (Banua Keriso Protestan Nias) diterjemahkan dalam bahasa indonesia menjadi “Gereja Kristen Protestan Nias“, dan dalam Bahasa Inggris “Protestant Christian Church Of Nias“. Gereja ini berdiri untuk menjawab tuntutan kebutuhan pelayanan yang lebih efektif dan efisien di Nias bagian Selatan
Warga gereja yang berdomisili di Kecamatan Telukdalam sebagai Ibukota Kabupaten Nias Selatan memiliki bahasa tersendiri yang berbeda dengan bahasa Nias pada umumnya, baik dari arti kata maupun intonasi. Warga gereja di Kecamatan Telukdalam menerima Injil dalam bahasa Nias, serta mengerti bahasa Nias secara umum dari Alkitab, namun dalam realita kehidupan sehari- hari injil tidak dapat dipahami secara jelas dan benar bahkan arti Injil yang sebenarnya menjadi kabur. Seiring dengan itu Bambowo Laia mengatakan bahwa, ”Untuk menyampaikan Injil dengan benar maka harus disampaikan dalam bahasa Ibunya, bukan justru injil menjauhkan dirinya dari bahasa ibu yang diwarisi sejak lahir.
BKPN sebagai bagian dari Tubuh Kristus berdasar pada Yesus Kristus. “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar selain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (I Korintus 3 : 11). BKPN sebagai Gereja yang am dan esa, mengakui eksistensi Allah Tritunggal yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus serta mengakui Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah yang berotoritas. Secara umum BKPN sebagai lembaga keagamaan yang hidup dan berkembang di Negara Republik Indonesia, secara idiil menerima Pancasila sebagai satu-satunya azas dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dan secara konstitusionil berdasarkan UUD 45.
Kepemimpinan BKPN sejak tahun 1994 mengalami masa sulit dan tekanan berat, yang disebabkan faktor internal maupun faktor eksternal. Tantangan yang disebabkan faktor internal adalah dari anggota BKPN sendiri mengalami permasalahan, karena jika dilihat dari segi manajemen masih belum tertata rapi. Tata Gereja dan peraturan dalam pelaksanaan tugas pelayanan masih belum permanen. Hal itu disebabkan karena para pemimpin masih sangat terbatas jumlahnya, hanya 5 orang pendeta yang melayani di BKPN sejak berdirinya. Sumber daya majelis gereja dan anggota jemaat masih sangat sederhana, namun semangat pelayanan dan kemandirian sangat antusias. Dari segi organisasi masih terlihat kelemahan yang sangat signifikan karena perangkat pelayanan belum memadai. Kantor sekretariat masih disewa dengan kondisi satu ruangan, jumlah anggota Jeamat baru 11 Gereja lokal. Kondisi perekonomian masih sangat jauh di bawah standar karena mayoritas anggota BKPN di desa-desa rata-rata penerima bantuan IDT. Dari segi sosial budaya khususnya di Kecamatan Telukdalam mengalami kondisi statis karena struktur kemasyarakatan sangat dipengaruhi oleh pimpinan adat di desa yang disebut si’ila dan si’ulu, sehingga mempengaruhi kehidupan sosial politik di tengah-tengah masyarakat.
Selanjutnya tantangan yang disebabkan faktor internal adalah dari anggota BKPN sendiri, sebab pada periode pertama terjadi konflik yang berkepanjangan di tubuh kepemimpinan BKPN. Hal itu terlihat diantara Majelis Pekerja Sinode ( MPS). Majelis Pekerja Sinode terdiri dari unsur, yaitu Pengurus Harian Sinode ( PHS ) yang dipimpin oleh Ephorus dan Badan pertimbangan Sinode ( BPS ) yang dipimpin oleh Ketua dan wakil ketua BPS selalu mengalami pertentangan baik pada setiap rapat maupun dalam kepemimpinan organisasi, sehingga akhirnya pada pertengahan periode pertama wakil ketua BPS an. Hurezame Sarumaha mengundurkan diri dari jabatan wakil ketua BPS dan keluar untuk membentuk organisasi gereja baru yang diberi nama Gereja Kristen Protestan Nias ( GKNI ) di bawah yayasan Betani di kecamatan Telukdalam. Hal ini menjadi pukulan berat bagi kelangsungan kepemimpinan gereja BKPN, karena sebagian besar anggotanya keluar dan bergabung dengan GKNI d ibawah kepemimpinan Hurezame Sarumaha.
Tantangan yang disebabkan faktor eksternal adalah sulitnya mendapatkan legalitas dari Bimas Kristen Departemen Agama Kabupaten Nias yang tidak bersedia memberikan rekomendasi.. Kedua adalah datangnya dari pihak BNKP selaku gereja asal , karena berpisahnya BKPN dari BNKP merupakan tindakan memecahkan keutuhan gereja di Nias yang telah terjalin selama ini.
Seiring dengan itu Yan Un Han dalam bukunya problematika Hamba Tuhan mengatakan bahwa, ”Di dalam gereja sebagai rumah Allah dan umat Kristen sebagai anak-anak Allah seharusnya diantara mereka tidak akan terjadi hal-hal yang kurang mengenakan yang dapat mempermalukan nama Tuhan. Tetapi manusia tetap manusia didalam tubuh jasmaniahnya masih banyak kelemahan meskipun sudah diselamatkan”.
Selanjutnya beliau mengatakan bahwa di dalam sejarah jelas terlihat Gereja tidak bisa melepaskan diri dari tantangan yang sebagian besar disebabkan karena konflik. Hal itu terlihat dari gereja pada jaman Rasul Paulus, khususnya di Jemaat Korintus (I Kor.1). Rasul Paulus memandang berat masalah itu, sehingga ia menulis surat kepada jemaat di Korintus dengan nasehat ”tetapi aku menasehatkan engkau demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir (I Kor 1:10)
Yan Un Han mengatakan bahwa konflik yang terjadi dalam gereja pada umumnya dapat dibagi menjadi dua golongan besar yaitu: Pertama, ada sebagian orang Kristen yang belum dilahirkan baru, atau sudah dilahirkan baru tetapi mempunyai ambisi memegang kekuasaan dan mau menjadi bos dalam gereja. Kedua, Pimpinan gereja yang rohaninya cukup tinggi dan mempunyai dasar kuat di bidang kebenaran, adminstrasi, pelayanan dan organisasi yang karena berbeda pendapat, lalu saling menyerang dan mencela.
Sepanjang sejarah gereja terbukti bahwa kualitas pemimpin rohani sangat berpengaruh terhadap perkembangan jemaat. Jika pemimpin tidak berkualitas maka perkembangan jemaat akan terhambat. Sebaliknya, jika pemimpin berkualitas perkembangan jemaat maju pesat. Oleh karena itu, kepemimpinan Nehemia akan menjadi dasar para pemimpin masa kini memiliki kualitas pemimpin yang alkitabiah.
Lebih lanjut Yap Un Han menguraikan asal mula konflik: pertama adalah perbedaan pendapat bisa menjadi sumber konflik. Kedua, kesalah pahaman dalam berkata-kata dapat menimbulkan pertikaian. Sebenarnya kata-kata merupakan alat berkomunikasi untuk menyampaikan isi hati, tetapi sering kali kata-kata menimbulkan kesalahpahaman yang mengakibatkan munculnya konflik. Ketiga, Perbedaan diantara para jemaat dapat menjadi pangkal keributan. Keempat, masalah yang terjadi di antara hamba Tuhan dan Majelis Gereja dapat menimbulkan gelombang konflik dalam gereja. Kelima, masalah timbul antara para majelis dengan para anggota gereja. Jabatan penatua atau majelis merupakan jabatan kudus dan bukan gelar, karena itu harus digunakan sebagai kesempatan untuk melayani. Tetapi jabatan kudus itu sering dipergunakan sebagai kesempatan untuk memegang kekuasaan. Keenam, masalah antara hamba Tuhan dengan anggota Jemaat.
Hal-hal tersebut dialami juga dalam kepemimpinan Gereja BKPN dekade 1994-2004 sehing penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang dituangkan dalam sebuah judul: Kepemimpinan gereja BKPN pada dekade 1994 -2004 dalam persepektif masa mendatang. Secara khusus untuk meneliti Bagaimana model/sistim kepemimpinan yang diterapkan, bagaimana gaya kepemimpinan BKPN serta apa fungsi kepemimpinan di BKPN. Dengan menemukan hal tersebut apakah bisa menjadi acuan atau pedoman dalam kepemimpinan BKPN pada masa mendatang.
Dari fakta sejarah gereja mula-mula mengalami pertumbuhan pada saat-saat yang sulit : dianiaya, disiksa namun Injil tidak pernah terbelenggu (Kisah Para Rasul 8:1-13). Masa-masa sulit sering kali gereja menjadi takut karena teraniaya, tetapi Paulus berpesan bahwa untuk masuk dalam kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.
Ketika bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dari perbudakan ke tanah perjanjian yaitu tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madunya umat pilihan Allah mengalami penekanan, tetapi justru dalam kondisi seperti itulah Kuasa Allah dinyatakan (Kel. 2-14). Allah berpihak kepada umat-Nya dengan tanda-tanda ajaib kepada Raja Firaun. Musa berpesan untuk menguatkan hati bangsa Israel, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan yang akan diberikan-Nya pada hari ini kepadamu, sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini tidak akan kamu lihat lagi (Kel. 14:13-14). Yakub Hosana mengatakan bahwa dalam realita pelayanan dan kepemimpinan gereja semakin dihambat semakin merambat.
Dari pemahaman itu penulis berpendapat bahwa tantangan yang dihadapi dalam kepemimpinan gereja merupakan suatu pembelajaran untuk melihat karya Allah yang besar selaku kepala Gereja dalam menyatakan misinya di bumi. Tantangan apapun yang dihadapi oleh gereja dalam kepemimpinannya tidak perlu tawar hati untuk menjalankannya dalam pelayanannya karena kristus sang pencipta akan sanggup melakukan segala perkara yang ajaib sebagaimana janji penyertaan Tuhan “ Kepada Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi, karena itu pergilah, jadikan semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku senantiasa menyertai kamu sampai kepada akhir jaman (Mat 28:18-20).
Tantangan apapun yang dihadapi oleh gereja tidak akan menghambat kepemimpinannya dalam menjalankan amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, karena sang pemberi mandat selalu menyertai sampai kepada akhir zaman. Karena janji itu kekal harus diyakini oleh para pemimpin gereja yang dipercaya untuk mengorganisir tubuh Kristus di bumi, karena kuasa Allah lebih besar dari kuasa yang ada di dunia ini.

B. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dalam penelitian adalah untuk mengetahui beberapa hal kondisi kepemimpinan BKPN dekade 1994 – 2004 dalam perspektif pada kepemimpinan mendatang, yang meliputi empat hal :
1. Timbulnya ambisi para tokoh gereja untuk menjadi pemimpin di BKPN?
2. Ditemukan indikasi-indikasi bahwa para pemimpin BKPN belum lahir baru?
3. Terjadi kesalahpahaman di antara pemipimpin BKPN dalam kapasitas sebagai Majelis PekerjaSinode
4. Semangat kemandirian dalam kepemimpinan di BKPN belum optimal

C. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, sebagaimana telah dipaparkan di atas, maka mengingat keterbatasan, waktu, dan dana serta jumlah populasi yang terlalu banyak, maka penelitian ini hanya dikhususkan pada kajian tentang kepemimpinan gereja BKPN dekade 1994 – 2004 dan refleksinya pada kepemimpian mendatang.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dibatasi pada empat hal yaitu :
1. Bagaimana kondisi kepemipinan gereja BKPN
2. Bagaimana kondisi Struktur organisasi gereja BKPN
3. Bagaimana Model kepemimpinan gereja BKPN
4. Bagaimana kondis sosial ekonomi anggota jemaat BKPN
5. Bagaimana kondisi politik dan budaya disekitar pelayanan BKPN

E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan informasi untuk mengetahui dengan akurat tentang :
1. Kondisi kepemimpinan Gereja BKPN pada dekade 1994 – 2004
2. Kondisi struktur organisasi BKPN
3. Model Kepemimpinan gereja BKPN
4. Kondisi sosial-ekonomi
5. Kondisi politik dan budaya di sekitar gereja BKPN.

F. Manfaat Penelitian
Apabila penelitian ini dapat mencapai tujuan, maka hasilnya dapat berguna secara teoritis dan praktis. Secara teoritis dapat menjadi masukan bagi gereja-gereja dalam kepemimpinan. Dengan adanya informasi yang akurat tentang kondisi kepemimpinan Gereja BKPN dekade 1994 – 2004, maka dapat menjadi pedoman dalam kepemimpinan pada masa mendatang dalam melaksanakan tugas panggilannya di tengah situasi dan kondisi yang sangat sulit. Secara praktis dapat dimanfaatkan oleh para pelayan dan warga jemaat pada umumnya dan BKPN pada khususnya.

G. Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah :
1. Keuletan para pemimpin BKPN pada dekade 1994-2004 akan menjadi pendorong para pemimpin BKPN pada kepemimpinan masa mendatang kearah yang lebih baik
2. Jika pemimpin gereja BKPN mengenal kelemahan dan kekuatan kepemimpinan pada dekade 1994-2004, maka kepemimpinan masa mendatang akan lebih berhasil dan berdaya guna.
3. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (libary research) yaitu dengan membaca buku-buku literatur yang berhubungan dengan judul Tesis dan dokumen-dokumen yang ada di kantor Sinode BKPN. Selain itu juga menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan cara wawancara serta pengamatan langsung
4. Konsep dan Defenisi
Untuk menghindari berbagai kemungkinan terjadinya perbedaan penafsiran terhadap defenisi operasional, maka dalam penelitian ini defenisi operasional sebagai berikut :
a. Pemimpinan adalah Pelayan Gerejawi di BKPN yang dipilih pada setiap persidangan sinode untuk memimpin gereja se sinode BKPN selama satu periode empat tahun Tantangan adalah kesulitan yang dihadapi oleh gereja BKPN dalam pelayanan.
b. Model Pelayanan adalah cara dan bentuk yang dilakukan dalam kepemimpinan .
c. Struktur orgasasi adalah jenjang kepemimpinan mulai dari sinode sampai di jemaat yang diatur sesuai dengan amanat Tata gereja dan Peraturan Rumah Tangga di BKPN
d. BKPN adalah satu gereja yang ditempatkan Tuhan dengan pusat Sinode di Telukdalam Ibukota Kabupaten Nias Selatan
e. Pelayan adalah para Pendeta, guru Injil, penatua dan pengurus Departemen (Komisi) yang melayani di Gereja BKPN.
5. Teknik Pengumpulan Data
Data ini berupa pendapat responden tentang keadaan yang sebenarnya berkaitan dengan kondisi kepemimpinan selama melaksanakan tugas pelayanan, baik menyangkut organisasi, ekonomi, sosial budaya dan politik. Data ini diperoleh dengan teknik wawancara dan angket (kuesioner) yang di dalamnya terdapat sejumlah pertanyaan.
6. Teknik Penyajian Data
Data-data yang telah didapatkan akan diolah untuk kemudian dideskripsikan.

H. Sistematika Penulisan
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Identifikasi Masalah
C. Batasan Masalah
D. Rumusan Masalah
E. Tujuan Penelitian
F. Manfaat Penelitian
G. Hipotesis
H. Metode Penelitian
I. Konsep dan Defenisi
J. Teknik Pengumpulan Data

BAB II . KONSEP DASAR KEPEMIMPINAN
1. KEPEMIMPINAN SECARA UMUM
a. Pengertian Kepemimpian
b. Fungsi Kepemimpinan
c. Tujuan kepemimpinan
d. Aspek-aspek yang yang mendukung suatu kepemimpinan
2. KEPEMIMPINAN KRISTEN
a. Syarat-syarat menjadi pemimpin Kristen
b. Fungsi pemimpin Kristen
c. Tujuan Kepemimpinan Kristen
d. Visi dan Misi pemimpin Kristen
2. KEPEMIMPINAN TRANSFORMASI

BAB III. KEPEMIPINAN BKPN PADA DEKADE 1994 – 2004
1. SEJARAH BERDIRINYA BKPN
1.1. Latar belakang berdirinya BKPN
1.1.2. Gambaran Umum BKPN Dewasa ini

2 KEPEMIMPINAN BKPN
2.1. Model Kepemimpinan
2.2 Gaya Kepemimpinan dan Persekutuan
a. Terbuka terhadap koreksi
b. Terbuka terhadap segala Perubahan
c. Berani memikul tanggung jawab dan beban
d. Berkarya untuk kepentingan Masyarakat
2.3 Fungsi Kepemimpian
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Pelaksanaan
d. Monitoring
e. Evaluasi .
2.4 Masalah dan tantangan umum
a. Sikap yang tidak mau mengalah
b. Pengaruh Kepemimpinan Feodal

3. VISI DAN MISI BKPN
BAB IV. ANALISA KEPEMIMPINAN BKPN
1. Konsep Kepemimpinan Masa Lalu
2. Konsep Kepemimpinan Masa Mendatang
BAB V. KESIMPULAN
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar Pustaka
Menuliskan beberapa nama yang dikutip karyanya dalam Tesis ini baik secara langsung maupun pandangan penulis.

Baca lebih lanjut

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.